> News of the day <

jangan pernah menyerah…

Disudut ruang yang terkadang bila malam terasa pengap ini, satu persatu coba kau rajut berbagai kenangan yang pernah menghinggap di hati dan tubuh lusuhmu tuk bangkitkan semua semangat yang beberapa waktu lalu mulai hilang tertelan kepedihan meradang mendekap dan menidurkanmu dalam mimpi semu yang sulit sekali kau gapai.

Sepertinya tak ada yang peduli [...]

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Memposisikan Diri

Cerita mengenai 3 kaleng coca cola ini saya dapat dari bukunya Merry Riana, A Gift From Friend, maknanya sangat bagus mengenai nilai dari sebuah barang yang sama yang disuguhkan atau diletakkan di tempat yang berbeda:

Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut di produksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba hari distribusi, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian. Pemberhentian pertama adalah supermarket lokal. Kaleng Coca cola pertama diturunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan banyak kaleng coca cola lain nya dan diberi harga Rp.4000.

Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Disana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan disana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika dikeluarkan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi es batu. Semua disajikan diatas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkan nya kedalam gelas dan dengan sopan menyajikan ke pelanggan. Harganya Rp.60.000.

Sekarang, pertanyaan nya adalah: kenapa ketiga kaleng tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi di pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama bahkan mereka memiliki rasa yang sama?

Itu karena lingkungan anda mencerminkan harga anda. Dilingkungan yang tepat harga sebuah kaleng coca cola yang sama dapat dihargai dua kali atau bahkan sepuluh kali lipat dari kaleng coca cola yang lain.

Bagaimana dengan Lingkungan anda? sudahkah anda memilih untuk berada di linkungan yang tepat, sehingga label harga anda juga akan meningkat dua kali, tiga kali atau bahkan puluhan kali lipat.

Apa yang dimaksudkan dengan lingkungan yang tepat? Yaitu dengan siapa anda bergaul, buku seperti apa yang anda baca, seminar sepertiapa yang anda hadiri.

Tidak heran salah seorang pembicara terkenal mengatakan: ” 5 tahun dari sekarang anda adalah buku yang anda baca dan orang yang anda ajak bergaul. ”

Wow… then kita bisa dong secara sengaja memilih nilai diri kita supaya meningkat dengan secara sengaja memilih lingkungan dan apa yang masuk ke dalam diri kita? Dengan secara selektif memilih buku yang kita baca, film yang kita tonton, musik yang kita dengar, dan teman teman dimana kita bergaul setiap harinya.

Pilihlah dengan selektif, karena itu akan menentukan label harga anda 5 tahun dari sekarang, atau bahkan kurang.

sebenarnya…

Sebenarnya…

kesedihan, kegalauan hati…

hampir setiap malam menyelimutim

membuat otakku beku, namun terus kupacu untuk berputar

dan perjalananku tak akan pernah berhenti disini

merenungkan ciptaanNya yang begitu sempurna

setiap kejadian mengilhamiku sebuah pemikiran

sebuah sikap baru…

dan aku sadar, semua kejadian, harus ada keputusan

(ayo semangat kawan!)

semakin bertambah, semakin berkurang…

tak terasa…

perjalananmu seperempat abad lebih telah berlalu

semakin bertambah, justru semakin berkurang…

banyak yang berlalu

banyak yang pergi

banyak yang tak kembali

banyak yang menjadi angan

namun…

ketika banyak yang hilang

ada yang berbeda saat ini

hingga tak lagi terasa sepi

ada satu yang selalu mengisi hati

setia menanti saat kau dekat, ataupun jauh…

(met ulang tahun ke 26 buat wanted…)

semoga tahun ini menjadi tahun yang indah buatmu…

Lowongan Desainer Grafis

Dear All,
Titip lowongan dari mas Wibi.
Sebuah advertising agency (ATL dan BTL) di Jakarta Barat, ENDEE Communication, dengan klien2,sbb: Shinyoku, Panasonic IT Comm, Rinnai, Akari, Spring Air & Secure Parking. Membuka lowongan untuk posisi: Graphic Designer(GD), Media Planner dan Marketing.
Syarat2:
Min S1, dengan pengalaman minimal 2 th (fresh grad juga boleh mencoba) yang penting kuat dan teguh hatinya hehehe…
Untuk posisi GD harus bisa Adobe Photoshop, Illustrator atau Corel (tp mending yg bisa Illustrator ya).

Kirim Cover Letter+CV+Pas Foto terbaru dan Portfolio (untuk posisi GD)
ke:

ENDEE Comm
PT Anugrah Cipta Karyatama
Taman meruya Plaza II / A-11
Jakarta Barat - 11620

Iklan Kreatif di Indonesia

OK lets talk about the creative advertising at our beloved county. Iklan kreatif itu yang seperti apa seh? yang jelas iklan adalah hasil dari sebuah kreatifitas, jadi semua iklan bolehlah kita sebut sebagai produk kreatifitas. Namun kalo kita lihat iklan-iklan yang muncul di Indonesia kok ya cuma gitu-gitu aja. Banyak banget iklan Indonesia yang sepertinya keren, tapi di usut-usut ternyata eh ternyata cuma hasil duplikasi dari iklan asing.

Nah sekarang pertanyaannya apakah ada iklan yang super unik di Indonesia? Setelah ku googling pagi ini ternyata ada juga iklan-iklan yang “sepertinya” tidak dibuat hanya sebatas njiplak atau dibuat asal-asalan. Copywriter dan desainer ikan tersebut juga orang-orang lokal yang kebanyakan dari agensi di Jakarta. Pertanyaan baru lagi, kenapa kok hanya di Jakarta?  itulah Indonesa, hanya sedikit yang bisa diharapkan :P

OK ini contoh-contoh yang kudapatkan dari iklan yang sedikit kreatif, ada

Nah-nah, mungkin itu dulu. Jikalau ada yang baru ntar kucarikan lagi deh, boleh dikomentari dan dijadikan sumber inspirasi.

sumber: iklan indonesia, google

Lomba Desain Logo Deskomers 01

Wahahaha lucu ini, kita orang deskom tapi sejak awal gak punya logo komunitas. Payah kan??? Nah untuk itu diadakan sebuah sayembara membuat logonya deskomers01.

Yang jelas logo Deskomers harus menunjukan misi dan visi kita sebagai generasi yang kreatif dan selalu berbagi. Logo dibuat dengan format JPG disetor melalui YM ( wandah_w ) nah ntar tak posting di sini dan diputuskan bareng-bareng.

Selain logonya dipakai disini, kemungkinan besar nanti aplikasi logo bisa dipakai di kaos, poster atau undangan pernikahan :P.

Tentang hadiah, hadiahnya sangat bergengsi yaitu didoakan bareng2 sama seluruh anggota deskomers biar panjang umur, banyak rejeki dan banyak anak yang mana hadiah tersebut nilainya lebih dari 5 juta (kalo dirupiahkan). Tunggu apa lagi, dibuka untuk umum dan tidak dipungut pajak apapun.

Deskomers 01 ganti wajah

Setelah dipikir-pikir tampilan website deskomers lama sepertinya kurang optimal, masih banyak hal-hal yang belum ditambahkan seperti foto-foto kenangan, komentar terbaru yang ditulis, nama penulis artikel dan sebagainya.

Untuk itu tiba-tiba muncul ide untuk merubah total tampilannya menjadi lebih simple, lebih dinamis dan lebih fungsional. Namun demikian saran dan perbaikan tentusaja masih dibuka lebar-lebar tentang tampilan baru ini.

Monggo silahkan di komentari biar kita senang dan pembaca pun juga dengan enak mengakses situs kita ini.

Nostalgia KBM-FS 2001

Lama tak nulis. Akhirnya pengen nulis lagi. Teman-teman masih ingat nggak sama KBM? Ingat-ingat lupa yah. KBM itu Kemah Bakti Mahasiswa - Fakultas Sastra. Kebetulan semboyan kita waktu itu di fakultas kan begini: “Ef Es U Em Paling Mbois lalala lala lala…” sambil tangan goyang ke depan, bokong lenggak lenggok kaya ulat hehehe…

Mungkin ini sekelumit catatanku waktu kegiatan KBM dulu. Itung-itung nostalgia lah. Kita yang sekarang kan ada karena masa lalu…. (ceile sentimentil…). Mulai yah laporan pandangan mata:

… Akhirnya PKPT diakhiri dengan diadakannya KBM di Desa Tlekung-Batu-Malang oleh FS-UM tanggal 27, 28, 29 Agustus 2001. Semua peserta mendapatkan stiker KBM seperti ini:

Hari Pertama (Senin, 27/08/2001) Pagi-pagi jam 06.00 WIB semua maba FS kumpul di Dema (Dewan Mahasiswa ya?-lupa) terus senam dulu dipimpin Kak Ros (Ahmad Rosyidi-Seni Rupa). Setelah kesel senam terus berangkat pukul 08.00 dengan 6 truk kecil.

Tiba di Tlekung pukul 09.00-an, ternyata wis dibangun tendanya. Setelah ngaso dan noto-noto barang barang, maka diadakanlah “Upacara Adat” oleh jurusan masing-masing. Jurusan Sastra Arab pake Bhs. Arab. Jurusan Sastra Inggris pake English, Sastra Jerman pake Deutsch (? embuh wis), pokoknya setiap jurusan pake bahasa adatnya sendiri-sendiri. Jurusan Nindistar (Seni, Desain, & Tari) aneh-aneh dhewe, pokoke selain bahasa sing gak jelas jugak pake “Hakuna Matata” dan pake coreng moreng wajah segala pake cat tembok. Jadi muka kita waktu itu pun model Rai Tembok.

Malamnya ada acara fakultas, ternyata interview (mungkin tepatnya interogasimodel kantor polisian bo..) dilanjutkan dengan bentak-bentakan di tenda eksekusi, baru “pendinginan”. Lumayan kesel tapi wis gak tak reken suara sing misuh-misuh J*NC*K, J*NC*K, J*NC*K!!! (ups sensor…) Astaghfirullah..

Keesokannya (Selasa, 28/08/2001) ada acara JALAMASA (Jelajah Alam ala Sastra) Keliling alam melewati pohon-pohon pinus di hutan Desa Tlekung yang sejuk nan indah. Aku ingat waktu itulah muncul Mars Tumo, yang liriknya kurang lebih begini:

“Di atas kepala, rambut namanya
di atasnya rambut, tumo namanya
di atasnya tumo, rambutnya tumo
di atas rambut tumo, tumonya tumo”

terus dilanjutkan dengan yel Tumo:

“TUMO!!, TUMO, TUMO, TUUUUMMMM!!!”

terus ada juga yel yang asalnya dari cuplikan & plesetan lagu soundtrack film India “Kuch-kuch Hota Hai” yang judulnya “Yeh Ladka Hai Dewana” yg ada liriknya:

“Hay hay Rehay Hoi!!, Hay hay Rey Hay…. “

(gimana ya terusannya. Mungkin teman2 masih ada yg ingat ndak ya versi lengkapnya yel kita itu, pokoknya kalo gak salah diulang sampe 3X tapi belakangnya beda gitu…)

Dengan adanya mars dan yel (plus kekompakan kita waktu itu yah) rute-rute yang sulit, naik-turun gunung rasanya gak ada artinya, kita terjang habis (maklumlah The Fresh Maba :P ). Tapi memang DKV waktu itu terbagi jadi beberapa regu kok (tapi aq lupa). Kebetulan dalam reguku ada narkodew juga, jadi para narkodew kita taruh di tengah, pejantan-pejantan tangguh taruh di depan dan belakang. Kita mampir di pos-pos dengan tugas berbeda-beda (kurang lebih ada 6 pos lho..). Kebetulan pos yang diampiri regu kami waktu itu sbb:

Pos 6: Tugasnya, wawancara dengan petani pinus sekitar, tapi sayang setelah mruput sana-sini regu kami gak berhasil menemukan seorang petani pinuspun, yang ketemu malah tukang rumput, akhirnya ya ndak nyambung. Tapi gakpapalah. Tiada petani pinus, tukang rumputpun jadi.
Pos 5: Tugasnya, nggarap soal tentang Ormawa (organisasi kemahasiswaan), BEMFA, Dema, dan macam2 soal itulah.
Pos 4: Ngerjakan kuis yang diberikan dalam sebuah amplop. Kebetulan regu kami kebagian kasus perampokan. Eh sayang jawaban kita salah.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, rencananya ke Pos 3, tapi “Lho kok sudah keliatan lokasi kemah kita ya?!” teriak salah seorang anggota regu. Padahal di kartu kendali perjalanan kita masih ada 3 pos lagi. Ternyata teman-teman “Regu kami tersesat alias salah jalur, alias kesasar. Dengan penuh ngos-ngosan akhirnya kami naik lagi ke atas untuk kembali ke “jalan yang benar”.

Pos 3: Permainan Spider Web, di antara 2 pohon dipasang jaring-jaring tali berbentuk seperti sarang laba-laba, dan setiap anggota regu kudu bisa melewati jaring tersebut dalam lubang yang berbeda-beda.. ternyata yang berhasil menembus jaring dg sukses 5 orang (total anggota regu waktu itu berapa orang ya? aku lupa)

Selanjutnya kami naik menuju Pos 2, dalam perjalanan kami menemui pertigaan, kami bingung, tapi kami putuskan untuk lurus saja karena ada tulisan “Pos 2 Lurus”. Ternyata pilihan yang keliru karena sebenarnya kami harus menggok sebentar di pos kecil, tapi wis kadung, yo kami cuex bebex kayax wong bodo… jalan teruus

Pos 2: Tampaknya ini merupakan pos terakhir, karena Pos 1 rupanya ya di lokasi perkemahan tempat kita start paginya. Di pos ini dapat tugas baksos (bakti sosial). Regu kami dapat jatah balai desa. Kebetulan! kita bisa ngiyup dan bagi tugas. Yang Laki2 ngecat, yang kodew nyebeti suket (yg tak berdosa…) dan nyapu-nyapu. Ngaso-ngaso lesehan sambil minum dan santap Kokam (tau kokam? itu..tuh jajan yang bentuknya mirim K*nt*l Kambing :P )

dan berjalanlah kami menuju finish sambil melihat Kota Malang yang nampak nun jauh di sana, di bawah kita. Di tengah perjalanan kami ditahan panitia, dikira belum kerja bakti (lu kira lu siapa hah..). Setelah kami tunjukkan kartu kendali, akhirnya kami terus.

Kami adalah The First yang sampai di Bumi Perkemahan. Entah berapa regu yang kami salip tadi. yang penting kami segera ngaso sambil nunggu regu lain datang. Sayang nilai Jalamasa kami C, guoblok, dsb. Babahno, urusanmu, yang penting kami tetap ceria dengan mars TUMO kami. (kalo pas yel Tumo Katniar “Kety” kayaknya paling buanter deh).

Malamnya api unggun, lumayan anget-anget di tengah malam. Ada Kuis “Siapa Takut”, tapi aku lupa kuisnya kayak apa. Pokoknya yang menang dapat hadiah. Hadiahnya… Tepuk Tangan!!! Hampir semua peserta hanyut dalam keceriaan malam itu seolah melupakan lelahnya jalamasa di siang harinya. Kecuali beberapa anak Sastra Arab yang tampaknya menjauh dan diam saja. Mungkin mereka punya alasan pribadi…

Nah pas api unggun ini ada lagi Kerjaan panitia (yg lagi kemaruk ngerjain kita) yang coba ngerjai salah satu Rekan kita (waktu itu dia Jurusan Sujarah, sekarang Seni Tari) namanya Yul Ardianto (ki Dalang). Tampaknya ada skenario dia dituduh mencuri Kamera Canon milik Panitia, kontan saja semua terdiam dan mematung. Tapi hebatnya ni anak Memang mentalnya baja (entah ototnya kawat, tulangnya besi ndak ya) dia dengan tenangnya menangkis semua tuduhan tak berdasar panitia dengan jawaban yang realistis dan logis. Kupikir waktu itu, tampaknya panitia kehabisan argumen deh (isin…isin…). Pendapatku mungkin ndak berlebihan, mengingat hanya 2 oranglah yang bisa berbicara dalam acara gojlokan itu. Dan si “Tersangka Palsu” ini dari suaranya, keliatan kalo dia tetap tenang menghadapinya. (mudah2an dia gak baca tulisan ini hehehe…)

Hari Terakhir (Rabu, 29/08/2001) paginya ada acara sharing, semacam dengar pendapat peserta tentang pelaksanaan KBM. Pas sharing banyak pol peserta yang curahkan uneg-uneg, mulai dari “Katanya Mahasiswa Anti Militerisme… bla bla bla” sampai “Ini Ajaran Sekuler bla bla.. bla”. Tapi setelah itu kita Bal-balan together in the jungle maneh.

Acara KBM diakhiri dengan Upacara Adat lagi “Hula-hula-Wala”, dan saat itulah kita semua disiram dengan air yang sudah dicampur dengan cat dan getah pinus. Betapa kumuhnya kita saat itu..

Dan dengan truk kami pulang kembali ke kampus UM tercinta dengan selamat dan badan yang “tidak terlalu lelah”.

Sayang teman-teman, penulis tidak punya dokumentasi gambarnya. Kalo ada yang punya. Bolehlah dimuat disini untuk sekedar nostalgila hehehe.

Sekarang, kembali kerja. Ayo Semangat! Semangat! Semangat! Hiyaaaa!!!!!

Game Design dan Peluang Deskomvis untuk Terlibat di dalamnya

Here and back again, a short article about my experience.

Kali ini akan kucoba untuk menuliskan sebuah pengalaman kecil tentang keterlibatan seorang lulusan daesain komunikasi visual dalam sebuah dunia yang masih belum membludak seperti DKV itu sendiri.  Game design (mendesain game) bisa diartikan sebagai sebuah proses menciptakan sebuah karya berupa game yang melibatkan proses kreatif baik itu dari sisi seni, sampai ke sisi teknik yaitu teknologi informasi (pemrograman).

Game (game komputer), siapa yang tidak kenal? hampir semua pembaca pernah paling tidak mencoba atau melihatnya. Terus siapa yang membuat? siapa yang terlibat dalam proses pembuatannya? hal ini yang masih sedikit dipublikasikan ke umum. Jika ada pertanyaan awam “apakah ada perusahaan pembuat game di Indonesa?”  maka hanya sedikit yang bisa menyebutkannya. Ketidak tahuan umum tentang dunia game design memang perlu diatasi agar tidak terjadi kekeliruan (seperti kasus Game Pertama Indonesia).

Sebenarnya Indonesia sendiri memiliki beberapa perusahaan game yang sudah mendunia. Katakanlah menara games, idgames, matahari studio, Agate dan beberapa lainnya yang sudah memproduksigame/elemen game dan telah dipublikasikan ke pasar internasional, namun masyarakat belum tau banyak. Permintaan akan game dari hari ke hari semakin meningkat dan hanya mereka2 ini yang menikmati kucuran dana dari luar negri (dolar 11 ribu, kalo 1 game laku 1000 USD lumayan kan??? )

Nah terus deskomers ini ngapain aja??? Presepsi kuno yang kutangkap seiring pekerjaan yang diminati oleh rekan2 deskomers adalah bekerja di dunia kreatif seperti percetakan, grafis, fotografi, sinematografi,periklanan dan sedikit animasi. Padahal dunia game juga membuka lowongan super banyakdi berbagai bidang kita sebagai deskomers. Terus bidang2 apa aja yang bisa kita masuki, coba liaten list berikut ini :

  • Character Design , nah bagi yang berbakat digital painting atau 2D ilustration pekerjaan ini gila2an sumbernya. Sayangnya para deskomers kurang rajin menyambut datangnya pekerjaan2 berbau character design. Terus piye jal? ya kita harus pandai2 melakukan promosi karya2 kita ke publik. JANGAN BANGGA HANYA DIKENAL OLEH ORANG SEKITAR KITA SAJA! itu cluenya. Kita butuh masukan lebih lanjut dari publik yang lebih luas. Tampilkan karya anda ke situs portal atau lebih2 jika punya situs portofolio.  Outsource (istilah pekerjaan dari luar) sangatlah banyak! itu adalah peluang anda.\
  • Storyboard writing, paling tidak kita pernah diajari menuliskan sebuah cerita. Nah game juga butuh itu. Ide yang dituangkan dalam story board bisa di jual ke produser game.
  • 3D modeling, tanya masta bo kalo yang ini! 3D modeling untukgame nilai jualnya sangat tinggi dan pasarnya sangat luas. So jangan tunggu, kalo ada karya langsung saja dipamerkan!!!
  • 3D/2D  animating. Buat movienya game. Banyak studio2 luar yang mengkhususkan diri ke game movie, kenapa tidak kita ikut2an mereka dengan memulai membuat sample2 short movie yang berkualitas.
  • Interface design, ini juga banyak diperlukan meskipun untuk menembusnya agak sulit. Namun bukan berarti mustahil, banyak studio lokal indonesia seperti Jotter studio (jakarta) yang sudah merasakan enaknya menerima order dari luar.

Nah2! banyak kan peluangnya! tergantung kita saja yang menyikapinya dengan karya berkualitas atau tidak!

INGAT! jangan sesekali bangga dengan karya anda sendiri sebelum melihat karya orang laen yang jauh lebih baik, karena diatas langit itu masih ada …………..